Di Tilang Kok Ngamuk

Februari 10, 2019


Sedang ramai dibicarakan beberapa hari ini, sepasang kekasih yang kena tilang ngamuk - ngamuk bak seorang orang gila yang sedang kumat.

Saya yakin sampean semua pasti sudah menonton videonya yang sudah beredar di seluruh sosial media ini. Video yang berdurasi kurang dari semenit itu memperlihatkan seorang pria yang ngamuk sambil mem-preteli body motor pacarnya.

Mari kita sebut sang super hero bajingan ini dengan sebutan Mas Kampret.

Dalam video tersebut terlihat bahwa Mas kampret membongkar habis body motor dengan ganas dan garang, melebihi keganasan Debt Collector kalau sedang nagih hutang.

Melihat video tersebut, saya merasa kasihan kepada Mbak nya yang punya motor. Dalam hati saya berkata,

"Duh mbak, mesakne men sampean oleh yang sing sipate koyo setan iki"

***

Saya kemudian melihat laman komentarnya untuk melihat reaksi para netizen yang budiman.

Sesuai dugaan saya, banyak yang berkomentar supaya si embaknya mutusin mas kampret karena sudah kelihatan bagaimana sifatnya saat dilanda emosi. Namun, ada juga yang mendukung dua sejoli ini agar tetap bersama.

Akihrnya terpecahlah menjadi dua kubu, yang satu mendunkung agar sepasang kekasih ini putus, ada juga yang kekeuh mendukung agar pasangan ini tetap bersama.

Hmm, udah kayak politik aja main kubu-kubuan. Wkwk

***

Karena tragedi tilangan ini saya jadi ingat kejadian bebrapa tahun lalu. Tepatnya tahun 2017 lalu di Patung Pandawa Sukoharjo.

Latar belakang kejadiannya masih sama, yaitu tidak terima karena sudah di tilang. Namun berbeda dengan Mas Kampret yang merusak motor, mas yang satu ini justru malah ngamuk dan beberapa kali memaki Pak Polisi dengan kata-kata kasar.

Justru kejadian yang satu ini malah menghadirkan kelucuan tersendiri, bagaimana tidak, di akhir video Si mas berbaju hitam ini malah mengaum bak Singa.

"Malah mangap-mangap koyo singo" kata pak polisi sambil menahan tawa campur emosi.

Silahkan cari sendiri videonya di YouTube !
  • Share:

Saya Tertipu Gambar Kebakaran Di Kemasan Rokok

Januari 21, 2019

Beberapa waktu lalu saat saya sedang asik melihat Stories( Status ) WA, saya dikejutkan oleh Status teman yang mem-posting sebuah gambar kebakaran rumah.

Saya pun cepat - cepat menanyakan lokasi kebakaran tersebut.

"Kebakaran ngendi he kui ?"

"Sukun" Jawab teman saya.

"Sukun ??, daerah ngndi kui ?" Tanya saya bingung. Jujur saya belum pernah mendengar ada daerah yang bernama Sukun.

Setelah menunggu agak lama, dia pun mengirimkan sebuah foto yang membuat hati saya mangkel.

Bagaimana tidak, ternyata gambar kebakaran tadi adalah gambar kebakaran di rokok sukun. Pantas saja, waktu saya tanya derah mana yang kebakaran teman saya menjawab Sukun. Ternyata sukun yang di maksud adalah Rokok Sukun.



Waasuu !!!

***


Karena saya masih ada rasa kesal, saya berniat mengerjai teman saya yang lainnya.

Tapi memang benar ya, niat yang buruk itu justru akan balik menimpa kita.

Lha wong ternyata mereka udah tahu semua, mereka justru malah mengejek saya 'kudet setelah saya kirim gambar kebakaran itu. Sumpahh, malu banget saya waktu itu.
  • Share:

Menanggapi Perbedaan Pandangan Politik

Januari 13, 2019


Sedang menjadi trending topik di pos ronda dekat rumah saya. Tiap malam setiap saya keluar untuk nimbrung di pos ronda pasti bahsannya tidak jauh-jauh dari politik.

Kemarin malam minggu tepatnya tanggal 12 Januari tahun 2019 pastinya, para bapak bapak paruh baya sedang membicarakan Jenazah di Gorontalo yang di pindahkan karena berbeda pandangan politik.

Menanggapi hal ini saya tidak terlalu ambil pusing.

Mari kita flashback kejadian 2 tahun lalu di Jakarta. Betapa bedebahnya mereka sampai memunculkan banyak spanduk yang isinya menolak untuk mensholatkan jenazah pendukung Ahok. Padahal saat itu, Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Zainut Tauhid Sa’adi menegaskan bahwa umat Islam berkewajiban untuk mensholatkan jenazah saudaranya, tanpa mempedulikan pandangan politiknya.

Kembali ke pokok bahasan utama yaitu di Gorontalo tadi, karena inilah hal yang lebih bedebah dan bangsat terjadi.

Dua jenazah yang sudah dikuburkan lama harus diangkat dan dipindahkan hanya gara-gara berbeda pandangan politik.

Cukup memprihatikan memang.
Bagaimana tidak masa jenazah udah lama di kubur disitu mau di pindahkan.
Entah bagaimana bisa perbedaan pandangan politik membuat hati manusia menjadi sebatu itu. Kepada sesama yang hidup saja, rasanya tak masuk diakal, apalagi kepada dia yang sudah meninggal.

***

Untungnya di desa tempat saya tinggal masyarakatnya adem ayem saja menanggapi perbedaan pandangan politik ditengah suasana politik yang sedang memanas ini.

Mereka semua sepertinya sudah mengerti arti Demokrasi sesungguhnya.

"Pilpres Nanti Harus Demokratis, Pemilih Harus Bebas Memilih !!! ucap Pak RT di tengah diskusi kami.
  • Share:

Joke Receh Petugas SPBU

Januari 11, 2019

Kejadian wagu ini terjadi ketika saya ingin mengisi bensin di sebuah SPBU.

Seperti biasa kondisi SPBU pada waktu itu masih sepi, maklum jam 9 pagi dan hanya ada satu orang ( baca : bapak - bapak ) sedang mengisi bensin di depan saya.

Sembari menunggu giliran, saya mengekuarkan uang dari dalam dompet dan menaruhnya di Dashboard motor.

Singkat cerita, bapak tadi itu sudah selesai. Saya pun langsung menuntun motor mendekat ke petugas SPBU.

"Pinten mas ?" ( Berapa mas ? ) tanya petugas SPBU.

"Full mas !" 

 ***

 Setelah selesai mengisi bensin kemudian saya hendak membayar. Nah disini lah Joke receh petugas keluar.

"Berapa mas ?" 

"80 jt mas " Jawabnya sambil mesem nahan ketawa Mendengar itu saya langsung mak-plengoh kaget.

"Tenanan mas !" 

"Iya mas, 80 juta sekali kencan mas" jawabnya sambil mringis ketawa

"Waasuu, pikiranmu mas - mas.. MESUM !!! " Sahut saya sambil tertawa ngikik.

 ***

Memang sih, belakangan ini joke - joke 80 juta, 25 juta ini sedang ngetren di daerah saya. Bukan hanya petugas SPBU, tukang parkir pun juga ikut - ikutan, yang saya takutkan itu kalau Pak Ustadz juga sampai ikut - ikutan.

Gak kebayang deh pokoknya.

 Note : Buat yang belum ngerti apa maksud dari kata 80 juta coba cek trending Yusuf , eh Youtube.


  • Share:

Bisakah Kita Hidup Dengan Uang 500 Rupiah ?

Januari 04, 2019

Bisakah sampeyan hidup selama satu minggu dengan hanya bermodalkan uang 500 rupiah ?

Saya jadi ingat pemikiran 'nyleneh' guru saya, yang saat itu sedang mengajar di kelas.

Entah apa yang terlintas dibenaknya, seketika ia bertanya " Sopo sik iso urip se-minggu gur modal duit 500 ? " (Siapa yang bisa bertahan hidup satu minggu dengan uang 500 rupiah ?).

Mendengar kalimat itu, Saya yang sedang mengantuk pun langsung reflek menjawab "Nggeh mboten pak !"

Mendengar jawaban saya itu dia malah 'ngguyu mringis...

"Nopo sampeyan saget pak ?" Teriak teman saya dari arah pojok belakang

"Yo iso"

"Carane pripun pak ?" Sahut saya...

"Yo, duit 500 tak nggo tuku aqua gelas. Airnya tak minum, terus gelase nggo ngemis.” Jawabnya mantab...

Mendengar itu saya sangat terkagum-kagum sama pemikiranya. "Kok bisa ya, bisa mikir sampe kesitu ?" gumam saya dalam hati.

Hmm, ini saking pintarnya beliau atau saking gobloknya saya 😂

 Instagram : @rico.eriiyanto
  • Share: